
Mengatasi separation anxiety pada hari pertama sekolah; Hari pertama sekolah bagi anak usia toddler atau playgroup seringkali menjadi momen yang penuh emosi—tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi orang tua. Pemandangan anak yang menangis histeris, memeluk kaki orang tuanya, dan tidak mau ditinggal di gerbang sekolah adalah mimpi buruk bagi banyak ayah dan bunda. Fenomena ini dikenal sebagai separation anxiety (kecemasan akan perpisahan), dan ini adalah bagian yang sangat normal dari perkembangan anak usia dini. Sebagai pendidik di jenjang usia dini Charis Academy, kami telah menyaksikan ribuan perpisahan pagi hari dan ingin meyakinkan Anda: ini akan berlalu.
Artikel ini memberikan strategi praktis dan menenangkan bagi orang tua untuk mengatasi separation anxiety pada hari pertama sekolah dan minggu-minggu awal adaptasi.
Memahami Mengapa Separation Anxiety Terjadi Dan Mengapa Mengatasi Separation Anxiety Pada Hari Pertama Sekolah Itu Penting
Bagi anak usia 2-4 tahun, orang tua adalah dunia mereka, sumber rasa aman utama. Ditinggalkan di lingkungan baru (sekolah) dengan orang-orang asing (guru dan teman baru), meskipun lingkungannya dirancang menyenangkan, tetaplah menakutkan bagi mereka. Mereka belum memiliki konsep waktu yang kuat untuk memahami bahwa “Ibu akan kembali nanti siang.”
Strategi Sebelum Hari H
Persiapan adalah kunci untuk mengurangi kecemasan.
- Kunjungan Orientasi: Ajak anak mengunjungi Charis Academy sebelum hari pertama. Biarkan mereka melihat ruang kelasnya, bermain di taman bermain sebentar, dan jika mungkin, bertemu calon gurunya. Familiaritas mengurangi ketakutan.
- Baca Buku tentang Sekolah: Bacakan buku cerita bergambar tentang tokoh yang pergi ke sekolah untuk pertama kalinya. Ini membantu mereka memvisualisasikan apa yang akan terjadi.
- Bicarakan Secara Positif: Bangun antusiasme. Katakan, “Wah, besok Adik akan main balok warna-warni dan nyanyi sama Bu Guru!” Hindari menunjukkan kecemasan Anda sendiri, karena anak bisa merasakannya.
Strategi Saat Hari H: Seni Berpamitan
Momen berpamitan di pagi hari adalah titik kritis dalam mengatasi separation anxiety pada hari pertama sekolah.
1. Buat Ritual Perpisahan yang Singkat dan Konsisten
Ciptakan rutinitas “selamat tinggal” yang spesial. Misalnya: dua pelukan, satu ciuman, dan lambaian tangan “dadah”. Lakukan hal yang sama setiap hari. Rutinitas memberikan rasa aman dan prediktabilitas.
2. Jangan Menyelinap Pergi!
Ini adalah kesalahan terbesar. Jangan pernah pergi diam-diam saat anak sedang teralihkan bermain. Saat mereka sadar Anda hilang, kepercayaan mereka akan rusak dan kecemasan mereka besok akan menjadi dua kali lipat. Selalu pamit, meskipun mereka menangis.
3. Tetap Tenang dan Tegas
Jika anak menangis, validasi perasaannya (“Ibu tahu Adik sedih, tapi Adik akan baik-baik saja di sekolah”), lakukan ritual perpisahan singkat, lalu serahkan anak kepada guru dan PERGILAH. Jangan berlama-lama atau kembali lagi karena mendengar tangisan mereka. Ini hanya akan memperpanjang penderitaan. Percayalah pada guru-guru kami yang sudah terlatih menangani situasi ini. Biasanya, anak akan berhenti menangis 5-10 menit setelah orang tua pergi dan mulai tertarik dengan aktivitas kelas.
Kesimpulan: Mengatasi Separation Anxiety Pada Hari Pertama sekolah Adalah Proses yang Membutuhkan Kesabaran
Hal ini mungkin membutuhkan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu. Bersabarlah dengan anak Anda dan diri Anda sendiri. Konsistensi adalah kuncinya.
Di Charis Academy, guru-guru toddler dan playgroup kami berdedikasi untuk menciptakan lingkungan yang hangat dan penuh kasih, memastikan transisi anak Anda dari rumah ke sekolah berjalan senyaman mungkin. Pelajari lebih lanjut tentang pendekatan kami di halaman Program Early Childhood.
Leave a Reply