info@charisacademy.id    +62 811-8882-7272  Jl. Sinabung No 3 Kby. Baru, Jak-Sel |  Affiliated with Rockbridge Academy, USA

Manfaat Bermain Bagi Anak Usia Dini: Lebih dari Sekadar Kesenangan | Charis Academy

Bagi orang dewasa, bermain sering dianggap sebagai waktu istirahat dari “pekerjaan serius”. Namun, bagi anak usia toddler, playgroup, dan kindergarten, bermain ADALAH pekerjaan serius mereka. Seringkali orang tua merasa khawatir jika melihat anaknya “hanya bermain” di sekolah, padahal melalui aktivitas inilah fondasi terpenting kehidupan mereka dibangun. Di Charis Academy, khususnya pada jenjang pendidikan usia dini, kami mengintegrasikan pendekatan berbasis bermain (play-based learning) yang terstruktur karena kami memahami sains di baliknya.

Artikel ini akan menjelaskan mengapa manfaat bermain bagi anak usia dini sangat krusial dan bagaimana hal itu membentuk masa depan akademis dan sosial mereka.

Bermain adalah Cara Otak Anak Belajar

Penelitian neurosains menunjukkan bahwa 80% perkembangan otak manusia terjadi pada usia 0-5 tahun. Bermain adalah stimulus utama yang membentuk koneksi saraf (sinapsis) di otak selama periode emas ini.

  • Pengembangan Kognitif: Saat anak menyusun balok, mereka belajar tentang gravitasi, keseimbangan, dan pemecahan masalah dasar. Saat bermain peran (role-play), mereka mengembangkan imajinasi dan pemikiran abstrak.
  • Pengembangan Bahasa: Bermain dengan teman sebaya atau guru memaksa anak untuk berkomunikasi, menegosiasikan peran, dan mengekspresikan keinginan mereka, yang secara drastis meningkatkan kosakata.

Manfaat Sosial dan Emosional yang Tak Tergantikan

Lebih dari sekadar kecerdasan otak, manfaat bermain bagi anak usia dini sangat terasa pada perkembangan karakter:

1. Belajar Berbagi dan Menunggu Giliran

Di kelas toddler atau playgroup, perebutan mainan adalah hal yang wajar. Melalui bimbingan guru dalam situasi bermain inilah anak belajar konsep sulit tentang empati, berbagi, dan kesabaran menunggu giliran.

2. Regulasi Emosi

Bermain memberikan ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan emosi—baik kegembiraan maupun frustrasi. Mereka belajar mengatasi kekecewaan saat menara balok mereka runtuh atau saat teman tidak mau mengikuti aturan main mereka.

3. Membangun Kepercayaan Diri

Ketika seorang anak berhasil menyelesaikan puzzle sulit atau memanjat struktur di taman bermain, mereka merasakan rasa pencapaian. Ini membangun kepercayaan diri mereka untuk menghadapi tantangan baru, sebuah sifat penting untuk kesiapan masuk SD nanti (baca juga artikel kami tentang kesiapan masuk SD).

Pendekatan Charis Academy

Di Charis Academy, kami tidak memisahkan antara “waktu belajar” dan “waktu bermain”. Lingkungan kelas kami dirancang agar setiap sudut menjadi kesempatan belajar yang eksploratif. Guru kami adalah fasilitator yang mengamati minat anak dan memperluas pembelajaran mereka melalui permainan yang bermakna.

Kesimpulan: Investasi Masa Depan Melalui Bermain

Membiarkan anak bermain bukanlah membuang waktu; itu adalah investasi terbaik yang bisa kita berikan untuk perkembangan holistik mereka. Sebagai orang tua, dukunglah kebutuhan alami anak untuk bereksplorasi.

Ingin melihat bagaimana Charis Academy menerapkan pembelajaran berbasis bermain yang menyenangkan namun edukatif? Jadwalkan kunjungan ke fasilitas preschool dan kindergarten kami. Hubungi kami melalui halaman Kontak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Share This

Copy Link to Clipboard

Copy